Langsung ke konten utama

Daihatsu Terios Sahabat petualang



    Tak terasa bulan demi bulan kita lewati, Musim demi musim kita lewati, Sampailah kita ke musim penghujan,
disaat aku termenung sendiri di teras rumah  memikirkan ciptaan tuhan yang sungguh luar biasa, aku terkejut, sebuah mobil yang sungguh sangat gaya dan juga terlihat kokoh lewat di depan rumahku. ternyata Mobil Daihatsu Terios milik seorang yang terkaya di Kotaku. 
    Aku pun penasaran dengan Mobil Daihatsu Terios itu, Dengan rasa penasaran ku buka komputerku mencari sesuatu tentang Daihatsu Terios itu di Internet. Lalu aku takjub ketika melihat Kisah Terios 7-Wonders berpetualang mengunjungi mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera. petualangan tersebut bertema “Sumatera Coffee Paradise”.  sungguh membuatku iri dengan mereka yang ikut dalam petualangan seru tersebut,Dan di Blog ini kucoba untuk mereview kembali perjalanan mereka.
                                                 Petualangan Terios 7-Wonders pun dimulai.


   Petualangan Dimulai

Rabu (10/10) Perjalanan tim 7 Wonders Terios dimulai sesudah santap siang bersama bupati Lahat  H Saifudin Aswari Riva'i SE di hotel Grand Zuri, satu-satunya hotel berbintang yang akan segera diresmikan lalu mereka  segera bergerak menuju persinggahan berikutnya di kota Pagaralam.
Jarum jam menunjukkan pukul 12.40 WIB saat tim 7 Wonders keluar dari halaman hotel Grand Zuri. Jalanan menuju kota Pagaralam agak sedikit bergelombang. Sekitar 20 menit keluar dari kota Lahat jalanan mulai berkelok-kelok. Memasuki perbatasan kota Pagaralam, kelokan jalanannya disertai dengan tanjakan terjal.
Untuk mengatasi handycap ini, shifter matik Terios pun berpindah-pindah. Ketika tanjakan lumayan terjal agar akselerasi tetap terjaga posisi shifter bergeser ke L. Begitu sudah agak landai bergeser lagi ke 2 , D-3 dan juga D. Walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan, ternyata ketiga terios yang terdiri dari 2 tipe matik dan 1 manual berhasil mengatasi tantangan jalanan ini.
   

Menelusuri Sejarah Kopi di Indonesia
Negeri kita ini memang kaya sumber daya alam, dan bicara tentang kopi, sebenarnya tidak bisa lepas dari sejarah bangsa ini. Belanda dahulu tidak akan tertarik menjajah nusantara ini jika tanah negeri ini tidak subur dan mudah ditanami apa saja termasuk kopi. Sejarah mencatat, Pemerintah Belanda pada era 1830—1870 pernah menerapkan sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel, dan kopi menjadi salah satu komoditas utama untuk ditanam di perkebunan Belanda.
Kopi Luwak yang terkenal paling nikmat sedunia, hadir karena fakta sejarah bangsa yang pahit. Belanda di era Culturrstelsel memberlakukan larangan pada pekerja perkebunan pribumi untuk memetik buah kopi dan mengonsumsinya. Karena larangan itulah, pekerja terpaksa memproses biji kopi yang keluar bersama kotoran binatang sejenis musang. Ternyata, kopi yang dihasilkan dari kotoran musang itu terasa sangat nikmat sensasi dan aromanya, berbeda dengan kopi biasa. Namun akhirnya, Belanda mencium kabar kenikmatan kopi yang dinamakan Kopi Luwak tersebut dan sejak itu kopi luwak menjadi minuman kesukaan di kalangan orang Belanda.
Sebagai orang Indonesia, pastinya kita bangga negeri ini punya Kopi Luwak yang termasyur itu. Namun, sejatinya aku merasa penasaran karena belum pernah menikmati Kopi Luwak asli dari perkebunan, karena memang harganya yang sangat mahal.
Membaca kisah tim petualang Terios 7-Wonders saat mengunjungi perkebunan kopi yang letaknya tak jauh dari Danau Ranau, aku jadi semakin paham tentang Kopi Luwak, dan kebanggaan pastinya makin menyeruak di dada. Indonesia memang pantas dijuluki surga kopi atau coffe paradise, dan menjelajahi kebesaran dan kekayaan alam Indonesia di Pulau Sumatera, khususnya merunut kemasyuran kopi di tanah ini, sungguh menggambarkan petualangan luar biasa yang penuh makna.
Sahabat Petualang, usai santap siang di pinggir Sungai, tim 7Wonders langsung mengarahkan tujuan menuju Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi). Daerah hasil pemekaran Kabupaten Lahat ini memiliki ikon Biji Kopi. “Kopi adalah salah satu komoditas andalan kabupaten Empat Lawang,” bilang H. Budi Antoni Aljufri – Bupati Empat Lawang ketika mengobrol dengan tim 7Wonders beberapa waktu lalu, sebelum beliau berangkat menunaikan ibadah haji 13 oktober 2012.
Jalanan ketika keluar dari kota Pagaralam menuju Tebing Tinggi via desa Jarai – Pendopo sebenarnya cukup baik. Hanya saja tidak begitu lebar dan rutenya berkelok-kelok. Butuh kehati-hatian agar tak terjadi kecelakaan. Kondisi jalanan sendiri relatif sepi dengan pemandangan hutan di kanan dan kirinya. Karena kecepatan yang bisa diraih tak bisa terlalu kencang, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak tempuh kurang lebih 121,6 km sekitar 3 jam.
Menguji ketahanan Daihatsu Terios
Sahabat Petualang - Etape dari Bengkulu menuju Bukittinggi melalui Muko-Muko Padang sudah mereka prediksi bakal menguji fisik dan stamina. Baik anggota tim 7 Wonders maupun Tiga Daihatsu Terios yang dipakai. Rute ini sengaja mereka pilih karena semenjak dari Jakarta hingga ke Bengkulu rute yang mereka lewati lebih banyak melewati perbukitan. Saatnya menjajal jalanan di jalur pantai barat trans Sumatera.
Petualangan melalui rute pantai barat memang terasa berbeda. Kalau sebelumnya didominasi pegunungan dan hutan, kini lebih banyak menikmati pemandangan pantai. Selain cuaca panasnya lumayan menyengat berkisar 35 derajat Celcius, tikungan-tikungan yang ada juga lebih tajam. Sementara karakter tanjakan dan turunannya kurang lebih sama dengan jalur sebelumnya.
Mestinya jalur lintas barat juga relatif sepi bisa membuat perjalanan ini lebih cepat. lalu mereka keluar dari hotel di Bengkulu sekitar pukul 7 pagi kurang. Kami harus bergegas karena tak ingin sampai di Bukittinggi terlalu malam. Ternyata mereka baru bisa merapat di tugu Jam Gadang- Bukittinggi tepat pukul 12 malam. Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak sejauh 617 Km adalah 18 jam.
Perfoma 3 Terios yang mereka bawa ternyata masih tetap mantap. Walaupun mereka “tersiksa” untuk melahap rute yang dilalui, semua berhasil diatasi dengan sempurna. Sementara kondisi aggota tim 7 Wonders sendiri akibat perubahan suhu yang lumayan cepat berubah-ubah dan juga kurangnya istirahat membuat sebagian orang mulai teserang flu. Tapi sejauh ini semua masih tetap oke dan semangat.
Terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu membuat beberapa ruas jalan mengalami kerusakan bahkan ada yang longsor sehingga terpaksa dibuat jalur yang baru. Selain itu keadaan jalan juga tak begitu lebar membuat perjalanan sedikit terlambat. Apalagi beberapa truk besar dari perusahaan kelapa sawit maupun batu bara kerap berpapasan, sehingga harus mengemudikan Terios lebih berhati-hati. Supaya tidak bersenggolan ataupun juga kejeblos di lubang samping jalan yang lumayan dalam dan bisa bikin ban kepater.

Patut jadi catatan jika kita ingin menikmati rute pantai barat Sumatera hal yang harus diperhatikan adalah minimnya jumlah POM Bensin. Sehingga rasanya perlu membawa jerigen cadangan bensin minimal 10 liter. Jangan pernah ambil resiko mengisi bensin hingga kondisi seperempat tangki. Siapa tahu POM Bensin tutup atau habis akan merepotkan. Kondisi jalanan yang lumayan ekstrem demi keamanan hindari perjalanan di malam hari.
 












 Daihatsu Terios melewati Jalan yang Rusak
Jalanan sepanjang Mandailing Natal – Tarutung kondisinya tak stabil. Sebagian mulus sebagian lagi rusak parah karena perbaikan jalan yang belum juga selesai. Bekas jembatan yang putus karena banjir bandang sudah diperbaiki.

Kerusakan jalan ini membuat perjalanan agak terhambat. Jalanan tanah berbatu lagi-lagi menguji ketangguhan suspensi Terios. Jujur saja mereka terkejut dengan ketangguhan suspensi Terios. Selama dalam perjalanan meskipun harus  mereka“hajar”dijalanan jelek ternyata suspensi Terios masih oke.

Walaupun  berhati-hati, ternyata kecelakaan tak bisa dihindari. Salah satu Terios yang dikendarai tiba-tiba slip di salah satu tikungan menjelang Tarutung. Padahal saat itu sedang tidak ngebut. Stir Terios tak mau belok dan meluncur lurus dan berhenti setelah menyenggol semak belukar.

Semua rombongan berhenti dan langsung melakukan evakuasi di tengah hujan turun. tapi mereka sudah siap dengan peralatan recovery yaitu strap (tali) untuk menarik mobil. Tak sampai 15 menit, hup! Terios pun kembali ke jalan raya. Hanya penyok di ujung samping sebelah kiri depan. Dan bagian dalam lampu utama ada yang pecah. Meskipun lampu tetap berfungsi normal.
merekapun berterima kasih kepada Tuhan karena  masih dalam lindunganNYA ! Segera mereka melanjutkan perjalanan lagi. Di Tarutung lalu singgah mengisi perut sembari memulihkan stamina. Tak jauh dari Tarutung ketika mereka berencana menuju Medan tiba-tiba melalui radio komunikasi salah satu Terios tim 7Wonders mengeluh jika rem-nya sedikit bermasalah.
lalu mereka segera berhenti, dan melakukan pengecekan. Ternyata penyebabnya karena beberapa kali melewati kubangan lumpur dan air maka disc brake basah sehingga pengereman tak seimbang. Setelah rem dipanasi dengan cara menjalankan mobil lalu direm bersamaan menginjak gas selama beberapa kali gejala yang dikeluhkan hilang. 
Sip!mereka akhirnya bisa segera meluncur ke Medan. Rencananya sebelum melakukan aktivitas CSR mereka akan melakukan pengecekan kendaraan sebelum memasuki rute berikutnya. mereka masuk di Kota Medan pukul 22.00 WIB.
 Daihatsu Terios juga Peduli pada sesama
Sahabat Petualang - Perjalanan panjang 7Wonders sudah mencapai separuh lebih dari rute yang direncanakan ketika mereka sudah berada di Medan. Selain untuk memulihkan stamina selama 2 malam di Medan  mereka juga melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Program ini disinergikan dengan program CSR PT. Astra Daihatsu Motor (ADM).
Untuk di Medan acara simbolis penyerahan bantuan kepada 2 Posyandu dan 5 UMKM dilakukan di dealer Daihatsu, Jalan Sisingamangaraja No. 170, Medan. Kedua Posyandu Binaan yaitu Posyandu Kenanga 1 dan Mawar XII. Sedangkan UMKM yang mendapat bantuan adalah Wolken (pembuat bantal+guling), Keripik Pisang Bu Nur, Keripik Cap Merak, Berkat Rahmat dan juga Sirup Markisa Brastagi Bee. Total bantuan program ini nilainya mencapai lebih dari Rp 200 juta. woww..semoga tuhan yang akan membalas jasa mereka Amin.
   

    Pengecekan dan Perbaikan  Daihatsu Terios
 


















Selain aksi sosial, di Medan mereka juga melakukan pengecekan dan perbaikan pada 3 Terios yang menemani perjalanan 7Wonders. Setelah melewati berbagai rute lumayan berat dan adanya sedikit kendala yang dialami salah satu Terios, mengembalikan kondisi mobil jadi prima lagi cukup penting. Mengingat rute mereka berikutnya di provinsi Aceh juga penuh tantangan.
Pengecekan dilakukan di main dealer Daihatsu Medan. Kondisi kekencangan baut-baut dan juga pengereman mereka cek kembali. Menurut para mekanik yang menangani semua dalam kondisi baik. Bagian moncong depan kiri salah satu Terios yang penyok akibat menyenggol semak belukar juga diperbaiki. Terima kasih kepada pak Edy selaku Kepala Cabang AI DSO Medan dan para mekanik yang membatu membuat Terios kembali bugar.

 Finish
 Sahabat Petualang – Rangkaian perjalanan panjang tim Terios 7-Wonders sepanjang 3.657 km selama 15 hari berakhir di tugu “Nol” Kilometer tepat pukul 12.48 WIB (24/10).Mereka sampai dengan selamat, rintangan dan halangan sudah selesai mereka lewati. Semua bergembira petualangan selesai semua karena Daihatsu Terios yang tahan disemua kondisi jalan dan sudah teruji kualitasnya.
Tentang Penulis.
Blog ini aku tulis untuk mereview kembali perjalanan Daihatsu Terios berpetualang  mengunjungi 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera, mungkin banyak kekurangannya dan sedikit kelebihannya..hehehe :)
 Dan aku ingin sekali melihat Daihatsu Terios berpetualang ke Kalimantan Selatan tempat aku tinggal, untuk mengunjungi spot-spot yang patut dikunjungi  seperti Pasar terapung yang hanya ada satu di Indonesia.
dan sampai disini dulu beberapa coretan-coretan saya tentang sebuah kendaraan produk dari Daihatsu Terios 7 Wonder Mobil Sahabat Petualang.  semoga bermenfaat.. 
Terima kasih,,


Ahmad Husaini
twitter: @sayrie_bart




                                         Sponsored By :





                                         Supported By:










Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejahterakan Lansia, LB2T Bersama Walikota Banjarmasin serahkan Bantuan Home Care Lansia

Sabtu, 05 Oktober 2019 bertempat di aula SKKT Banjarmasin telah dicanangkan oleh walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina Pendampingan sebanyak 60 orang lanjut usia penerima manfaat program perawatan sosial lanjut usia (Home Care) tahun 2019 di kota Banjarmasin. Pemerintah kota Banjarmasin dan dinas-dinas terkait siap mendukung pelaksanaan program perawatan sosial lanjut usia  (Home Care) dilapangan khususnya puskesmas sekitar tempat tinggal lansia penerima yang tersebar di semua kecamatan di Banjarmasin. Program perawatan sosial lanjut usia  (Home Care) adalah perawatan sosial kepada lanjut usia yang dilaksanakan oleh Lembaga  kesejahteraan lanjut usia (LKS). program ini masuk dalam Progres 5.0 Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementrian Sosial Republik Indonesia. Selain penyerahan bantuan untuk lansia, LB2T juga mencanangkan SKKT sebagai sentral kerajinan anyaman purun untuk meningkatakan ekonomi masyarakat khususunya lansia. selain itu untuk merawat dan...

Hapalan kenapa jadi beban

Musim ulangan sudah tiba, mahasiswa IAIN antasari bersiap dengan segala yang dia punya, setelah satu semestar mencari ilmu setiap harinya. Setiap dosen berbeda tiap ulangannya, ada yang tertulis,lisan,hapalan dan sebagainya. Hapalan menurut saya paling susah finalnya, terasa begitu susah walaupun berulang-ulang membaca. Kalau ada pilihan lebih baik saya menulis tangan surah albaqarah beserta artinya. Inilah beberapa keluhan saya, mohon dimaafkan bila ada salah kata, karena mencurahkan hati saya

#KuisAkhirTahun @inilahmedia Demokrasi #IndonesiaRaya

 Mendengar Kata Indonesia Raya,terpikir dibenakku lagu wajib yang selalu kunyanyikan setiap Hari senin tepatnya pas upacara, disaat semua menyanyikan lagu tersebut makin membaralah nasionalisme disanubariku,berharap sang # IndonesiaRaya semakin tinggi berkibarnya, Semakin Raya dan jaya.  Apa jadinya kalau Demokrasi Indonesia yang sekarang  diganti Dengan Demokrasi # IndonesiaRaya , mungkin Kultweet dari @inilahmedia bisa membantu kita Apa itu Demokrasi  # IndonesiaRaya  Inilah beberapa Kultweet dari @inilahmedia tentang # IndonesiaRaya Indonesia Raya. Apa yang ada di benak kita, ketika kata ini terucap? # IndonesiaRaya Ada yang menjawab, "Lagu kebangsaan!", ada yang menjawab, "Indonesia negara yang besar!". # IndonesiaRaya   Kali ini, Inilahmedia ingin mengajak rekan-rekan untuk sedikit merenungkan lebih dalam tentang # IndonesiaRaya . Kata Indonesia, bermakna sangat dalam dan sangat luas. Indonesia, bisa berarti sebagai daerah dengan ...