Selamat sore, salam sejahtera buat kita semua, udah lama nih tidak update blog dikarenakan tugas akhir kuliah yang bisa saja membunuhku *lebayyy heheh, Betewe yesterday 27 September 2014 adalah Hari Pos,Thanks Telkomsel yang ngingatin aku di twiter @Telkomsel lalala yeyeye *bakar mercon.
Sejarah Kantor Pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff di Tahun 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik, tau gak kalau Pos itu beberapa kali mengalami perubahan Status, Dimulai dari jawatan PTT (Post,Telephone, dan Telegraph) yang fungsinya tidak komersil dan fungsinya lebih ke pelayanan publik,Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero), itulah sekilas sejarahnya yang mesti kita ingat, kurangin ingat kenangan tentang mantan entar tidak bisa Move On *nangis dipojokan.
Sungguh berjasa banget Pos Indonesia itu di hidupku, dulu sampai sekarang aku kirim-kirim surat dan barang ke tempat yang jauh menggunakan jasa Pos Indonesia, Karena kualitas dan kuantitasnya saya menggunakan pos yang tempatnya tidak jauh dari rumahku.
Aku juga akan share #CeritaPOS kenapa aku dari dulu hingga sekarang suka menggunakan jasa Pos, begini #CeritaPOS ku, suatu hari ada pengumuman di mading ada beasiswa dari fakultasku sendiri,dengan jumlah yang lumayan bagiku kalau aku mendapatkanya,lalu kulihat persyaratannya, mata pun tertuju ke salah satu syarat mendapatkan beasiswa yaitu surat yang bertanda tangan kepala desa dan ketua RT di desaku, berhubung jarak aku kuliah dengan rumahku cukup jauh, saat itu aku sangat bingung, mau pulang tapi tidak ada waktu libur,lama aku bingung,muncul teman satu kelasku yang juga mau daftar beasiswa itu,dia pun berikanku saran dengan menghubungi orang tuaku dirumah meminta buatin surat keperluan mendaftar beasiswa, berkat saran itu pun aku pulang ke kontrakan ku cepat-cepat untuk menelpon orang tuaku minta bikinin surat keperluan beasiswa ke Kantor kelurahan, dan ibuku nanyain kalau udah selesai kirim suratnya pake apa ke ketempatku,apa pake burung merpati heheh aku pun dengan rasa senang bilang pake POS Indonesia aja,jalan kaki pun 10menit sampe.
Besok sorenya Orang tuaku pun kabarin kalau Suratnya udah dikirim pake POS Indonesia pake yang kilat biar akunya tidak galau mikirin suratnya, ternyata dengan kualitas Pos Indonesia, surat yang aku perlukan untuk daftar beasiswa nyampe 1 hari,setelah berkas beasiswa udah lengkap,aku masukkan ke kantor fakultasku, sambil berdoa semoga namaku ada pas pengumuman dapat beasiswa, 2 bulanku menunggu dengan doa setelah berikhtiar mendaftar,ternyata Namaku terpampang pertama diantara 10 orang yang dapetin beasiswa yang aku dambakan itu, "Ahmad Husaini" di urutan pertama kalau lantai disana tidak kotor aku mau sujud syukur saking senangnya, aku berpikir sejenak "Untung ada Pos Indonesia" sangat membantu banget, begitulah #CeritaPOSKU Thanks POS INDONESIA.
Tulisan ini kuikut sertakan untuk mengikuti Kontes #CeritaPOSKU yang dilaksanakan oleh Telkomsel,semoga aku beruntung,dibawah ini terlampir bukti udah like fanpage Telkomsel dan follow twitter @Telkomsel
facebook: Ahmad Husaini
Semoga Saya beruntung dan mendapatkan salah satu hadiahnya :)
Sumber : Pos Indonesia dan FanPage Telkomsel
Sejarah Kantor Pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff di Tahun 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik, tau gak kalau Pos itu beberapa kali mengalami perubahan Status, Dimulai dari jawatan PTT (Post,Telephone, dan Telegraph) yang fungsinya tidak komersil dan fungsinya lebih ke pelayanan publik,Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero), itulah sekilas sejarahnya yang mesti kita ingat, kurangin ingat kenangan tentang mantan entar tidak bisa Move On *nangis dipojokan.
Sungguh berjasa banget Pos Indonesia itu di hidupku, dulu sampai sekarang aku kirim-kirim surat dan barang ke tempat yang jauh menggunakan jasa Pos Indonesia, Karena kualitas dan kuantitasnya saya menggunakan pos yang tempatnya tidak jauh dari rumahku.
Aku juga akan share #CeritaPOS kenapa aku dari dulu hingga sekarang suka menggunakan jasa Pos, begini #CeritaPOS ku, suatu hari ada pengumuman di mading ada beasiswa dari fakultasku sendiri,dengan jumlah yang lumayan bagiku kalau aku mendapatkanya,lalu kulihat persyaratannya, mata pun tertuju ke salah satu syarat mendapatkan beasiswa yaitu surat yang bertanda tangan kepala desa dan ketua RT di desaku, berhubung jarak aku kuliah dengan rumahku cukup jauh, saat itu aku sangat bingung, mau pulang tapi tidak ada waktu libur,lama aku bingung,muncul teman satu kelasku yang juga mau daftar beasiswa itu,dia pun berikanku saran dengan menghubungi orang tuaku dirumah meminta buatin surat keperluan mendaftar beasiswa, berkat saran itu pun aku pulang ke kontrakan ku cepat-cepat untuk menelpon orang tuaku minta bikinin surat keperluan beasiswa ke Kantor kelurahan, dan ibuku nanyain kalau udah selesai kirim suratnya pake apa ke ketempatku,apa pake burung merpati heheh aku pun dengan rasa senang bilang pake POS Indonesia aja,jalan kaki pun 10menit sampe.
Besok sorenya Orang tuaku pun kabarin kalau Suratnya udah dikirim pake POS Indonesia pake yang kilat biar akunya tidak galau mikirin suratnya, ternyata dengan kualitas Pos Indonesia, surat yang aku perlukan untuk daftar beasiswa nyampe 1 hari,setelah berkas beasiswa udah lengkap,aku masukkan ke kantor fakultasku, sambil berdoa semoga namaku ada pas pengumuman dapat beasiswa, 2 bulanku menunggu dengan doa setelah berikhtiar mendaftar,ternyata Namaku terpampang pertama diantara 10 orang yang dapetin beasiswa yang aku dambakan itu, "Ahmad Husaini" di urutan pertama kalau lantai disana tidak kotor aku mau sujud syukur saking senangnya, aku berpikir sejenak "Untung ada Pos Indonesia" sangat membantu banget, begitulah #CeritaPOSKU Thanks POS INDONESIA.
Tulisan ini kuikut sertakan untuk mengikuti Kontes #CeritaPOSKU yang dilaksanakan oleh Telkomsel,semoga aku beruntung,dibawah ini terlampir bukti udah like fanpage Telkomsel dan follow twitter @Telkomsel
Twitter: @pampizit
Semoga Saya beruntung dan mendapatkan salah satu hadiahnya :)
Sumber : Pos Indonesia dan FanPage Telkomsel






Wih... POS memang sangat berjasa ya :D
BalasHapuspos bikin yanng jauh terasa dekat :D
BalasHapus