Awal tahun ajaran 2014 kemarin IAIN Antasari bekerja sama dengan BI dan beberapa Bank Swasta memperkenalkan e-money kepada mahasiswa baru. Gerakan Nasional NonTunai (GNNT) itu namanya, Pemerintah berharap adanya transaksi aman dan cepat dengan e-money tanpa menggunakan uang kartal. Awalnya banyak promo yang didapat jika kita berbelanja menggunakan e-money, seperti beli satu gratis satu, tapi promo itu tidak bertahan lama, sejak berhentinya promo tersebut mahasiswa pun kembali menggunakan uang kartal, seolah e-money digunakan hanya jika ada promosi. E-money pun kini mati suri di lingkungan IAIN Antasari, hanya segelintir mahasiswa dan dosen saja yang masih menggunakannya. Yang tertinggal hanya Kartunya yang tersimpan di dompet, sampai kapan e-money mati suri?? Entahlah
Sabtu, 05 Oktober 2019 bertempat di aula SKKT Banjarmasin telah dicanangkan oleh walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina Pendampingan sebanyak 60 orang lanjut usia penerima manfaat program perawatan sosial lanjut usia (Home Care) tahun 2019 di kota Banjarmasin. Pemerintah kota Banjarmasin dan dinas-dinas terkait siap mendukung pelaksanaan program perawatan sosial lanjut usia (Home Care) dilapangan khususnya puskesmas sekitar tempat tinggal lansia penerima yang tersebar di semua kecamatan di Banjarmasin. Program perawatan sosial lanjut usia (Home Care) adalah perawatan sosial kepada lanjut usia yang dilaksanakan oleh Lembaga kesejahteraan lanjut usia (LKS). program ini masuk dalam Progres 5.0 Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementrian Sosial Republik Indonesia. Selain penyerahan bantuan untuk lansia, LB2T juga mencanangkan SKKT sebagai sentral kerajinan anyaman purun untuk meningkatakan ekonomi masyarakat khususunya lansia. selain itu untuk merawat dan...
Komentar
Posting Komentar