Innalillahiwainnailaihiwainnailaihirojiun, Saya Pun terkejut dengan kabar
meninggalnya Ayahanda saudara kita Faturrahman kemarin, Semoga amal ibadah
Beliau diterima oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kita
semua pasti akan merasakan gimana ditinggal seseorang yang dicintai khususnya
orang tua,, tidak
tahu kapan, tapi sudah pasti akan terjadi! Rasa yang akan sangat menyakitkan
bila ditinggal oleh orang yang paling kita sayangi, rasa yang akan membuat kita
mengutuk hari dimana orang tua kita harus pergi untuk selamanya.
Namun bagaimana dengan yang sudah dipanggil oleh Nya? Tentu moment itu adalah moment yang paling kita benci dan yang tidak ingin kita alami didalam hidup kita, namun sudah menjadi rahasia Ilahi, jika siapapun yang hidup pasti juga akan mati. Disini gue akan ngeshare sedikit gimana rasanya ditinggal orang yang kita sayang yang gue kutip dari Forum Kaskus tercinta.
- Sedih banget karena orang tua kita udah gak ada lagi dirumah.
ini yang paling dirasain oleh orang yang udah pernah
ngalamin ditinggal orang tua nya untuk selama-lamanya. Rasanya itu sedih banget
sejak tau kalau orang tua kita itu udah gak ada lagi dirumah, bahkan terkadang
kita sampe gak percaya kalau orang tua kita itu telah pergi dan gak akan pernah
kembali lagi.
Sedih, kesal, hancur, semuanya menjadi satu dan keluar sebagai air mata yang memilukan gan, bahkan ane yakin, orang yang belum pernah mengalami hal ini, pasti gak akan pernah merasakan kesedihan yang sesungguhnya dari orang yang sudah pernah mengalaminya.
Sedih, kesal, hancur, semuanya menjadi satu dan keluar sebagai air mata yang memilukan gan, bahkan ane yakin, orang yang belum pernah mengalami hal ini, pasti gak akan pernah merasakan kesedihan yang sesungguhnya dari orang yang sudah pernah mengalaminya.
2. Gak mood
ngapa-ngapain, dan kemana-mana
Karena kondisi hati
yang lagi sedih dan yang lebih ingin menyendiri, kitapun lebih memilih untuk
hanya tinggal dirumah saja dari pada harus keluar rumah.
Tapi bagi mereka yang memiliki hati yang kuat, biasanya mereka malah lebih
memilih untuk keluar rumah dan segere move-on. Tapi sebenarnya, itu bukanlah
hal yang mudah loh gan, karena yang ninggalin kita ini bukan pacar, namun orang
tua, yang butuh waktu yang lama untuk bisa melupakan kesedihan kita.
3. Rumah serasa sepi dan
sunyi, seperti ada yang hilang
Sebenarnya, kondisi
rumah kita sesaat setelah pulang dari acara pemakaman, pastilah ramai,
dikarenakan para keluarga dan tamu yang mungkin saja masih ingin menginap atau
sekedar menghibur keluarga yang ditinggal.
Namun gak tau kenapa, saat kita memasuki rumah, rumah serasa sunyi dan ada perasaan kehilangan sesuatu.
Beliau yang biasanya suka duduk-duduk disofa, masak didapur, atau sekedar menonton televisi di ruang tamu, sekarang sudah tiada dan membuat kita merasa kalau tempat yang kita diamin itu benar-benar sunyi, karena sudah tidak ada beliau lagi.
Namun gak tau kenapa, saat kita memasuki rumah, rumah serasa sunyi dan ada perasaan kehilangan sesuatu.
Beliau yang biasanya suka duduk-duduk disofa, masak didapur, atau sekedar menonton televisi di ruang tamu, sekarang sudah tiada dan membuat kita merasa kalau tempat yang kita diamin itu benar-benar sunyi, karena sudah tidak ada beliau lagi.
4. Merasa ada yang
kurang saat memasuki rumah
Kok bisa merasa aneh
ya gan? Yang biasanya saat masuk rumah pasti selalu disambut oleh mereka, namun
sekarang kok beda ya? Kok sekarang kalau pulang kerumah sehabis dari sekolah,
yah tinggal masuk aja ya? tanpa ada jerit sambutan dari ibu ''Hey jangan masuk
dulu! Ibu lagi ngepel!'' atau, ''Sepatunya disusun dong, kan udah gede''.
Beda banget memang gan! Belum lagi kalau pulang malam, pasti pas masuk rumah langsung ditanyain sama ayah, ''Darimana aja kamu? Udah jam berapa ini?'' atau ''Kamu kalau pulang jangan malam-malam begini! Nanti kalau dirampok gimana? Kalau dibegal gimana? Kalau diculik? Diperkosa? Emang dia mau tanggung jawab?'', yah walaupun dulunya kita sangat kesal mendengar kata-kata itu, tapi kok kayaknya pengen denger suara itu lagi ya?
Beda banget memang gan! Belum lagi kalau pulang malam, pasti pas masuk rumah langsung ditanyain sama ayah, ''Darimana aja kamu? Udah jam berapa ini?'' atau ''Kamu kalau pulang jangan malam-malam begini! Nanti kalau dirampok gimana? Kalau dibegal gimana? Kalau diculik? Diperkosa? Emang dia mau tanggung jawab?'', yah walaupun dulunya kita sangat kesal mendengar kata-kata itu, tapi kok kayaknya pengen denger suara itu lagi ya?
5. Pengen menyendiri dan
gak diganggu oleh siapapun
Pokoknya cuma pengen
sendiri doang kok! Cuma butuh waktu untuk nenangin diri dan belajar menerima
kenyataan kalau beliau memang udah pergi untuk selama-lamanya.
Biasanya, mereka yang mengalami ini akan lebih memilih pergi ketempat yang gak bisa diganggu oleh orang lain, dan yang paling sering dituju adalah kamar. Atau terkadang mereka juga pergi ketempat yang sepi seperti danau, perbukitan, sawah, dan lain-lainnya.
Intinya sih yah cuma ingin nenangin diri dan gak ingin diganggu oleh orang lain.
Biasanya, mereka yang mengalami ini akan lebih memilih pergi ketempat yang gak bisa diganggu oleh orang lain, dan yang paling sering dituju adalah kamar. Atau terkadang mereka juga pergi ketempat yang sepi seperti danau, perbukitan, sawah, dan lain-lainnya.
Intinya sih yah cuma ingin nenangin diri dan gak ingin diganggu oleh orang lain.
6. Anggota keluarga
mendadak menjadi pendiem dan gak mood ngomong
yang ini juga cukup
kerasa gan. Yang mana biasanya, anggota keluarga agan yang kalau ngomong
10kata/detik (rapper pro), mereka akan lebih diam.
Itu sudah pasti dikarenakan kesedihan yang mendalam dihati mereka, sehingga tidak ada gairah untuk mengeluarkan kata-kata.
Saat sedang berkumpul juga tidak akan seramai seperti biasanya, karena semuanya sedang merasa berduka dan kehilangan, sehingga mood untuk berbicarapun hilang.
Itu sudah pasti dikarenakan kesedihan yang mendalam dihati mereka, sehingga tidak ada gairah untuk mengeluarkan kata-kata.
Saat sedang berkumpul juga tidak akan seramai seperti biasanya, karena semuanya sedang merasa berduka dan kehilangan, sehingga mood untuk berbicarapun hilang.
7. Mendadak menjadi
kangen dengan omelan orang tua.
Gak tau kenapa, yang
sebelumnya benci banget kalau denger orang tua ngomel-ngomel, tapi sekarang
malah kangen dan pengen denger suara mereka yang teriak-teriak.
Yah, sebenarnya yang kita inginkan kalau omelan mereka terdengar kembali itu adalah, ''Mereka kembali hidup lagi bersama kita.''
Tapi sebenarnya udah gak mungkin lagi, karena emang waktu gak bisa diputer-puter seenak kita sendiri.
Dan yang pasti, rasa kangen itu tidak akan pernah membuat kita lupa akan mereka.
Yah, sebenarnya yang kita inginkan kalau omelan mereka terdengar kembali itu adalah, ''Mereka kembali hidup lagi bersama kita.''
Tapi sebenarnya udah gak mungkin lagi, karena emang waktu gak bisa diputer-puter seenak kita sendiri.
Dan yang pasti, rasa kangen itu tidak akan pernah membuat kita lupa akan mereka.
selagi orang tua kita
masih ada, ada baiknya kita bahagiain mereka dari hal yang kecil dulu, dengan
tidak membuat mereka marah dan kesal. Ntar kalau kita udah mampu, baru dah kita
ngebahagiain mereka dengan hal yang besar.




Komentar
Posting Komentar